Select Page
Batagak Pangulu di Alam Minangkabau

Batagak Pangulu di Alam Minangkabau

Batagak Penghulu di Alam Minangkabau | Batagak pangulu atau mendirikan penghulu secara adat yaitu dengan memperhelatkan atau menjamu anak negeri dengan menyembelih kerbau dengan persediaan beras seratus gantang. Sebagaimana dalam kata adat: Kuah dikacau, daging dilapah. Menyembelih kerbau tersebut tidak boleh diganti dengan yang lain seperti diganti dengan sapi atau kambing. Upacara batagak pangulu dimeriahkan dengan alat upacaranya seperti bunyi-bunyiannya, gendang dan talempongnya, tabuh dan nobat, tertegak panji dan merawal, serta diiringi letusan bedil dan setinggar.

 

Batagak pangulu secara bersama-sama

Demi meringankan biaya dan lebih memeriahkan perhelatan batagak pangulu maka dilakukan secara bersama-sama yaitu menegakan beberapa penghulu sekaligus. Batagak pangulu haruslah hasil dari kesepakatan para ninik mamak dalam selingkungan dinding, selingkungan batu, kemudian selingkungan aur, yang biasanya akan menghasilkan menjinjing yang ringan dan memikul yang berat.

Setiap negeri di Minangkabau didiami oleh beberapa kaum yang keturunannya berasal dari seorang ibu atau sebuah perut namanya. Kepala dari tiap-tiap buah perut itulah yang bernama penghulu andika dan bergelar datuk.

 

Batagak pangulu atau batagak gala datuak secara bergiliran

Pada sebagian negeri ada yang mengadakan batagak pangulu atau batagak gala datuak dilakukan secara bergiliran dari sebuah rumah kerumah lain karena sama-sama berhak, sama-sama sebuah perut. Namun ada juga yang menyimpang atau dalam istilah adatnya: menggunting siba lengan baju, maksudnya batagak pangulu baru karena anak buah yang semakin banyak. Dalam adat minangkabau dinamakan: ayam gadang seekor selesung, berpayung sekaki seorang, bertombak sebatang seorang.

 

Memakai gelaran penghulu

Memakai gelaran penghulu adapula aturan adatnya, bila penghulu yang lama bergelar Datuk Bagindo maka penghulu penggantinya memakai gelar misalkan, Datuk Bagindo nan Panjang. Bila gelaran penghulu tersebut akan berkembang lagi maka diberi gelaran seperti: Datuk Bagindo nan Kuniang, Datuk Bagindo nan Hitam. Gelaran penghulu yang seperti itu dipakai bila mereka sama-sama berasal dari sebuah perut. Demikianlah mengapa kita sering mendengar gelaran penghulu ini disuatu negeri, karena dahulunya mereka berasal dari satu kaum, sama-sama sebuah perut.

Kebesaran Gelaran Penghulu di Minangkabau Sistem Pemerintahan Minangkabau