Pilih Laman

Sistem Kekerabatan di Minangkabau adalah menurut garis keturunan ibu atau Matrilineal. Minangkabau merupakan satu-satunya suku yang menganut sistem matrilineal di indonesia, sehingga dibandingkan dengan suku-suku lain di Indonesia hal ini bisa dikatakan cukup unik.

Sistem Kekerabatan di Minangkabau

Seorang anak yang lahir dalam suku Minangkabau memiliki silsilah keluarga dari garis ibu atau merupakan penerus keturunan dalam adat Minangkabau. Fungsi mamak dalam kekerabatan di Minangkabau sangat dominan. Mamak berperan dalam membimbing kemenakan, mengembangkan harta pusaka, serta mewakili keluarga dalam urusan keluar.

Mamak memiliki kewajiban membimbing kemenakan dalam masalah adat, agama, dan perilaku sehari-hari. Sehingga dalam masyarakat minang bila seorang anak yang berbuat salah akan dicari tahu siapa mamaknya. Perilaku yang tidak baik dari seorang kemenakan akan sangat membuat malu mamaknya.

Baca Juga:  Luhak Agam Alam Minangkabau

Dalam sistem kekerabatan di Minangkabau pemimpin suatu kaum adalah penghulu yang bergelar seorang datuk. Penghulu dalam istilah adat didahulukan selangkah, ditinggikan seranting. Bila terjadi suatu persoalan didalam kaum maka peran penghulu yang akan menyelesaikannya.

Meskipun seorang penghulu memiliki kekuasaan didalam kaum, tetaplah dia memahami pantangan dan larangan yang harus dijaga. Dalam alam Minangkabau terdapat falsafah untuk seorang penghulu, yaitu:

Kebesaran penghulu itu tingginya dianjung, gedangnya dilambuk, yang mempunyai banyak sekali syarat-syarat untuk menjadi seorang penghulu dan tidak ringan. Penghulu itu dapat diibaratkan dengan “kayu gadang di tengah padang”, tempat berteduh ketika kehujanan, tempat berlindung dari kepanasan, batangnya tempat bersandar, uratnya tempat bersela.

 

Baca Juga:  Rumah Adat Minangkabau Unik Dalam Adat dan Budaya