Pilih Laman

Prasasti Raja Adityawarman

Prasasti Raja Adityawarman | Sebagai seorang yang pernah berkuasa di tanah Minangkabau, Adityawarman banyak memiliki prasasti peninggalan. Prasasti tersebut menerangkan tentang kedatangan dan pengangkatan Adityawarman sebagai raja Pagaruyung. Berikut ini ulasan tentang beberapa Prasasti Raja Adityawarman:

Prasasti Kubu Rajo (1349)

Prasasti Kubu Rajo ditemukan di daerah Tanah Datar pada tahun 1877. Prasati ini didaftarakan oleh N.J. Krom dalam “Inventaris der Oudheden in de Padangsche Bovenlanden” (OV 1912:41). Prasasti ini ditulis dalam bahasa Sanskerta, yang terdiri atas 16 baris tulisan. Kubu Rajo itu dalam dugaan orang adalah benteng Adityawarman. Pada prasasti itu Adityawarman disebutkan sebagai “Kanakamedinindra” yang artinya raja negara emas Suwarnadwipa.

Prasasti Pagaruyung (1357)

Dalam Prasasti Pagaruyung Adityawarman disebutkan sebagai Maharajo Dirajo. Diapun bergelar “Dharmaraja Kulatilaka” yang berarti permata dari kerajaan Suwarnadwipa.

Baca Juga:  Luhak Tanah Datar Terbagi 3 Bagian

Prasasti Saruaso I

Pada mulanya prasasti ini tak dapat dibaca tetapi kemudian dapat juga ditafsirkan. Isi dari prasasti ini adalah tentang petansbihan Adityawarman sebagai Bhairawa. Patung tersebut sekarang berada dalam Museum Pusat di jakarta.

Prasasti Bandar Bapahat

Dalam prasasti ini terdapat berjenis-jenis tulisan. Ada tulisan sansekerta dengan Sumatera kuno yang mirip dengan huruf jawa kuno. Terdapat juga tulisan Granta yang sering dipergunakan oleh bangsa Tamil di India Selatan. Para ahli berpendapat bahwa pada zaman itu terdapat penduduk yang berasal dari India Selatan. Mereka menetap disana karena tertarik dengan perdagangan Lada.

Dengan perubahan situasi kenegaraan itu lahirlah sebuah pantun adat yang berbunyi:

Jika berbuah di Koto Alam

Buahnya tindih bertindih

Jika bertuah dalam alam

Tuah itu silih berganti