Pilih Laman

Pakaian Penghulu di Minangkabau | Pakaian dan perlengkapan penghulu terdapat rahasia-rahasia yang amat dalam dan tersimpul segala persyaratan seorang penghulu, sebagaimana kata pantun adat:

Nan rajo tagak dibarih

nan penghulu tagak di undang

Bukan mudah basisik karih

kapalang tangguang pusako lindang

Maknanya:

Yang raja berdiri dibaris

yang penghulu tegak di undang-undang

Bukan mudah bersisip keris

kepalang tanggung pusaka habis

Pakaian penghulu di minangkabau berwarna serba hitam dengan lengan baju yang lebar dan badan yang lapang, tidak mempunyai kancing dan saku. Lengan baju yang lebar bermakna seorang penghulu tidaklah seorang yang pemarah dan mudah tersinggung tetapi gunanya sebagai pengipas supaya dingin hati, penghempas miang dikampung, dan pengikis sifat buruk.

Baca Juga:  Luhak Agam Alam Minangkabau

Pakaian penghulu di minangkabau

Siba bertanti timbal balik, mengkilat mengalimantang, tutup jahit pangkal lengan membayang maknanya: mengulas tidak berbuku, membuhul tidak mengesan. Laut ditempuh tidak berombak, padang ditempuh tidak berangin, halus budi seperti laut yang dalam, sukarlah orang menduganya, dan kata-kata kiasan adat yang lainnya.

Tutup kepala pelengkap pakaian penghulu disebut dengan Saluak. Saluak terbuat dari kain songket atau batik berbahan katun dan memiliki warna dasar coklat atau merah.

Bahan untuk pakaian adat penghulu itu sebagian besar belum dapat dihasilkan oleh pabrik tekstil dan jahitannya tidak semua tukang jahit dapat membuatnya. Pakaian adat penghulu minangkabau masih dibuat secara tradisionil dan hanya bisa dibuat oleh kampung Silungkang dan Pandai Sikek.

Baca Juga:  Balai nan Panjang dan Balai nan Saruang