skip to Main Content
Adat belingkaran, pusaka berkehiliran, ayam gedang seekor selesung, ....
Batu Batikam Datuak Parpatiah Nan Sabatang

Datuak Parpatiah nan Sabatang Legenda Minangkabau

Datuak Parpatiah nan Sabatang Datuak Parpatiah nan Sabatang merupakan gelar seorang tokoh legenda yang meletakan dasar sistem pemerintahan di Minangkabau yang berfaham demokrasi (kerakyatan). Dasar peraturan yang disusun oleh Datuk Perpatih nan Sabatang adalah “Berurat tunggang membersut dari bumi dengan…

Read More
Pusaka Ditolong

Pusaka Ditolong Menurut Tambo Minangkabau

Pusaka Ditolong Maksud dari pusaka ditolong dalam Tambo Minangkabau adalah pusaka itu dibesarkan secara turun temurun. Pusaka itu terdiri dari: pusaka tidak berupa yaitu kata pusaka atau gelaran penghulu dan pusaka yang berupa seperti sawah ladang dan lainnya. Gelaran Penghulu…

Read More
Harta Pusaka Tinggi

Sistem Pewarisan di Minangkabau

Sistem Pewarisan di Minangkabau Sistem Pewarisan di Minangkabau | Waris merupakan suatu barang yang ditinggalkan oleh seorang yang telah meninggal dunia kepada ahli warisnya baik berupa harta pusaka tinggi, harta pusaka rendah maupun gelaran adat. Menjawat Waris Seseorang yang menerima…

Read More
Luhak Lima Puluh Kota

Luhak Lima Puluh Kota

Pembagian Luhak Lima Puluh Kota Luhak Lima Puluh Kota terbagi atas 3 daerah yaitu: luhak, ranah, dan kelarasan. Yang dinamakan luhak adalah pemerintahan laras nan buntar sehingga Simalanggang hilir terus ke Taram. Yang dinamakan ranah yakni pemerintahan Laras Batang Sinamar…

Read More
Luhak Agam

Luhak Agam

Luhak Agam Luhak Agam memakai  adat Koto Piliang yang dahulu pemimpinannya adalah Datuk Bandaro Panjang, berkedudukan di Biaro dan adat Bodi Caniago yang dahulunya dipimpin oleh Datuk Bandaro Kuning tempatnya di Tabek Panjang Baso. Yang masuk adat Datuk Ketemenggungan adalah…

Read More
Back To Top