skip to Main Content
Adat belingkaran, pusaka berkehiliran, ayam gedang seekor selesung, ....

Luhak Tanah Datar

Luhak Tanah Datar terbagi 3 bagian yaitu:

Lima Kaum 12 Koto, Sungai Tarab 8 Baatur, dan Batipuh 10 Koto.

Lima kaum kemudian berkembang menjadi 12 koto dan 9 koto pula didalamnya yang terdiri dari: Ngungun, Panti, Cubadak, Sipanjang, Pabalutan, Sawah Jauh, Rambatan, Padang Magek, Labuh, Tabek, dan Sawah Tengah. 9 koto didalamnya adalah: Tabek Boto, Galogandang, Baringin, Koto Baranjak, Lantai Batu, Bukit Gombak, Sungai Ameh, Tanjung Barulak, dan Rajo Dani.

Sungai Tarab yang didalamnya terdiri dari: Koto Tuo, Pasir Laweh, Koto Panjang, Selo, Sumanik, Patih, Situmbuk, Gurun, Ampalu, Sijangat, Koto Badamping. Sungai Tarab akhirnya dinamai Sungai Tarab Baatur (artinya diatur) yang berekor berkepala, yang berkopak berambai empat dikiri dan empat di kanan.

Baca juga: Menyusun Kelarasan di Minangkabau

Tanjung Sungayang membuat pula dusun disekelilingnya: Andalas, Barulak, Talago, Sungai Patai, Sungayang, Sawah Liat, dan Koto Ranah. Tanjung Sungayang dengan Nan Tujuh Koto dinamai Permata diatas Emas. Negeri ini dinamakan juga bertanjung nan tiga dan berluhak nan tiga. Tanjung yang tiga yaitu: dikepalanya Tanjung Alam, ditengah Tanjung Sungayang, dan diekornya Tanjung Talawi.

Yang dinamakan Batipuh Sepuluh Koto adalah: Pariangan Padangpanjang, Jaho, Tambangan, Koto Lawas, Pandai Sikat, Sumapur, Malalo, Gunung dan Paninjauan.

Batas Luhak Tanah Datar

Yang menjadi batas Luhak Tanah Datar adalah: dari mudik mulai Tarung-Tarung (Solok) sampai kehilirnya sehingga Talang Danto (Sijunjung).

Baca Juga: Negeri-negeri Tertua di Minangkabau

 

Back To Top