Pilih Laman

Larangan Seorang Penghulu di Minangkabau adalah merusak keamanan dan kenyamanan kampung. Penghulu dilarang melonjak hilir dan mudik dengan maksud mengacau keamanan dan kesejahteraan dalam kampung. Terlarang juga bagi seorang penghulu yang suka memecah belah dan mengungkit-ungkit masalah yang sudah berlalu. Dalam adat minangkabau sifat penghulu yang seperti itu ibaratnya kambing kena ulat, runding bak sarasah terjun, sifat takabur dalam hati.

Larangan Seorang Penghulu di Minangkabau
Selain larangan seorang penghulu, ada beberapa sifat yang kurang patut dan harus dihindari oleh seorang penghulu, diantaranya:

  • tidak mengenal diri
  • pencupak asam garam orang
  • pembongkar najis dalam lubang
  • penggantang belacan
  • menjunjung diatas kepalanya barang yang sudah berulat dan berbau tengik
  • udang yang tidak tau di bungkuknya, tak ingat tahi dijunjung diatas kepala
  • bak mengemping padi hampa, jangankan padi yang akan didapat abu saja tidak bersua
Baca Juga:  Minangkabau Bukan Melayu

Itulah sifat yang kurang patut dan harus dihindari oleh seorang penghulu menurut tambo yang tentu saja dengan menggunakan kata-kata kiasan.

Pantangan Seorang Penghulu

Seorang penghulu harus meninggalkan semua sifat-sifat yang menjadi larangan seperti yang sudah diterangkan diatas serta harus menanamkan pada dirinya sifat sidiq dan tabliq. Pantangan seorang penghulu menurut tambo adalah:

  • mengubah lahir dengan batin
  • kata-katanya lalu lalang saja bak membakar rumpun betung
  • suka menepuk dada, dll

Pantangan seorang penghulu menurut tambo tersebut tentu dengan bahasa kias, yang tujuannya untuk menjaga martabat seorang penghulu.

Demikianlah larangan dan pantangan seorang penghulu di Minangkabau menurut tambo.