Select Page

Tentang Tambo

[vc_row][vc_column][vcex_heading text=”Tambo Minangkabau” tag=”h2″ responsive_text=”true” font_family=”Abel” text_align=”center” color=”#ffffff” font_size=”30″ css=”.vc_custom_1570423593359{padding-top: 30px !important;padding-bottom: 30px !important;background-color: #424242 !important;}”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_column_text]Tambo Minangkabau adalah karya sastra sejarah yang merekam kisah-kisah legenda-legenda yang berkaitan dengan asal usul suku bangsa, negeri dan tradisi dan alam Minangkabau. Tambo Minangkabau ditulis dalam bahasa Melayu yang berbentuk prosa.

Tambo berasal dari bahasa Sanskertatambay yang artinya bermula. Dalam tradisi masyarakat Minangkabau, tambo merupakan suatu warisan turun-temurun yang disampaikan secara lisan[1]. Kata tamboatau tarambo dapat juga bermaksud sejarah, hikayat atau riwayat.

Penulisan tambo Minangkabau, pertama kali dijumpai dalam bentuk aksara Arab dan berbahasa Melayu. Sedangkan penulisan dalam bentuk latin baru dikenal pada awal abad ke-20, yang isinya sudah membandingkan dengan beberapa bukti sejarah yang berkaitan[2]. Naskah tambo Minangkabau sebagian besar ditulis dengan huruf Arab-Melayu (huruf Jawi), dan sebagian kecil ditulis dengan huruf Latin. Jumlah naskah yang sudah ditemukan adalah 83 naskah. Judulnya bervariasi, antara lain Undang-Undang MinangkabauTambo AdatAdat Istiadat MinangkabauKitab Kesimpanan Adat dan Undang-UndangUndang-Undang Luhak Tiga Laras, dan Undang-Undang Adat.

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]