skip to Main Content
Adat belingkaran, pusaka berkehiliran, ayam gedang seekor selesung, ....
Pusaka Ditolong

Sistem Pemerintahan Minangkabau yang Pertama Sekali

Sistem Pemerintahan Minangkabau Sistem Pemerintahan Minangkabau yang Pertama Sekali dijalankan oleh Datuk Maharadjo Diradjo dengan kekuasaan yang dipegangnya secara mutlak. Kekuasaan penuh dan berdasarkan pertimbangan Maharadjo Diradjo, di dalam tambo Alam Minangkabau disebut dalam pepatah: “undang-undang simumbang jatuah”, maksudnya, undang-undang…

Read More
Batagak Pangulu

Batagak Pangulu di Alam Minangkabau

Batagak Pangulu di Alam Minangkabau Batagak pangulu atau mendirikan penghulu secara adat yaitu dengan memperhelatkan atau menjamu anak negeri dengan menyembelih kerbau dengan persediaan beras seratus gantang. Sebagaimana dalam kata adat: Kuah dikacau, daging dilapah. Menyembelih kerbau tersebut tidak boleh…

Read More
Penghulu

Kebesaran Penghulu atau Gelaran Penghulu di Minangkabau

Kebesaran Penghulu atau Gelaran Penghulu Sebagai lazimnya bahwa kebesaran penghulu itu tingginya dianjung, gedangnya dilambuk, yang mempunyai banyak sekali syarat-syarat untuk menjadi seorang penghulu dan tidak ringan. Penghulu itu dapat diibaratkan dengan "kayu gadang di tengah padang", tempat berteduh ketika…

Read More
Penghulu Di Minangkabau

Martabat Seorang Penghulu di Minangkabau

Martabat Penghulu Minangkabau Penghulu Minangkabau dibangun disetiap koto sebagai wakil raja yang akan menegakkan hukum, memegang adat dan peraturan yang sebenar-benarnya dalam alam minangkabau. Penghulu haruslah mengajak orang kepada jalan kebaikan dan melarang kepada jalan yang salah. Penghulu yang benar-benar…

Read More
Balai Nan Panjang

Balai nan Panjang dan Balai nan Saruang

Balai nan Panjang dan Balai nan Saruang Balai Nan Panjang terletak di Nagari Tabek Pariangan Tanah Datar, berbentuk seperti rumah gadang dengan tiang sangat banyak. Balai Nan Panjang terdiri dari 17 ruangan dikenal dengan nama Balai Ruang Sari yang saat…

Read More
Back To Top